Senin, 13 September 2010

Pemantauan Tumbuh Kembang Anak

PEMANTAUAN TUMBUH KEMBANG ANAK
oleh: Dewi Ulfah Arini, Psikolog
Psikolog dari Konsultan Psikologi ToBee

Setiap anak memiliki timbuh dan kembang yang berbeda-beda mulai dari janin, masa balita, masa kanak-kanak, masa remaja hingga dewasa. Hal ini tergantung dengan faktor-faktor yang mendukungnya, seperti Genetika, kesehatan dan Lingkungan,.
Selain itu faktor pendidikan dari orangtua sangat mempengaruhi kognitif dari anak. Kasih sayang dari orangtua secara utuh dapat meningkatkan kemampuan afeksi dan kognitif anak. Hal ini menyebabkan anak lebih percaya diri, selalu berfikiran positif terhadap lingkungan sekitarnya dan dapat menyelesaikan suatu masalah yang dihadapi dengan kreatif. Oleh karena itulah tidak dapat dipungkiri bahwa orang tua sangat berperan penting dalam perkembangan dan pertumbuhan anak.
Jika orangtua, memperlakukan anak dengan pola asuh yang PERMISIF, maka anak akan cenderung keras dan bertindak semaunya, begitu pula jika orangtua memperlakukan pengasuhan dengan sistem yang OTORITER, maka anak akan menjadi penakut dan tidak dapat mengambil keputusan sendiri. Pola asuh yang DEMOKRATISlah yang sekarang menjadi acuan orangtua dalam memberikan pengasuhan pada anak, walaupun begitu harus tetap ada pengawasan dari orangtua sehingga tidak kebablasan nantinya.
Permainan intonasi suara pada orangtua juga dibutuhkan untuk menenalkan disiplin dan ketegasan pada anak. Sehingga anak mengetahui adakalanya orangtua tegas dan adakalanya orangtua lembut pada anak.
Pada dasarnya makna pertumbuhan dan perkembangan adalah berbeda, dimana petumbuhan adalah bertambah besarnya struktur sel lebih mengarah kepada faktor fisik dari seorang individu, sedangkan perkembangan adalah bertambah banyaknya jumlah sel, meliputi sel seluruh organ tubuh. Makna perkembangan secara psikologis adalah berkembanganya pola fikir seseorang menuju kedewasaan sehingga memiliki daya fikir yang makin berkembang menjadi pribadi yang cerdas dan menarik.
Walaupun proses tumbuh kembang setiap individu bervariatif, secara umum proses tersebut memiliki periode-periode tertentu.
1.Periode Prenatal, yaitu saat bayi masih berada dalam kandungan ( belum lahir )
2.Periode Infancy ( Dini ), yaitu sejak lahir sampai usia 14 hari ( 2 minggu ). Pada masa ini bayi akan berada dilingkungan baru (luar tubuh ibu)
3.Periode Baby Hood, yaitu sejak usia 2 minggu sampai 2 tahun. Awalnya, bayi sangat tergantung dengan keberadaan ibunya. Namun lambat laun, kondisi ini akan berubah. Dimana bayi akan belajar untuk mandiri karena bayi mulai ingin bergerak sendiri dan bebas serta tidak ingin digendong lagi. Dimana bayi sudah mulai ingin berjalan sendiri, belajar untuk memegang mainannya sendiri dan mulai untuk meng-eksplorasi apa yang dilihat dan dipegangnya.
4.Peride Childhood, yaitu usia 2 sampai 6 tahun dan usia 6 tahun – 12 tahun, pada masa-masa inilah anak disebut RAWAN, oleh karena anak dimasa yang tanggung. Dimana anak belum bisa dikatakan dewasa dan tidak lagi anak-anak. Masa ini disebut pula masa pertentangan dalam diri anak, karena anak belum bisa diberi tanggungjawab penuh seperti halnya seorang dewasa. Sebaiknya Orangtua menjadi tempat berbagi dan diskusi bagi anak sehingga mengurangi konflik dalam diri anak tersebut. Diharapkan suasana dan kondisi keluarga dan rumah yang hangat dapat menciptkan hal yang postif pada anak.
5.Periode Puberty, yaitu usia 12 – 16 tahun, sama halnya dengan periode childhood. Masa ini pula, jika anak tidak melalui konflik dengan baik maka pada saat anak menginjak usia remaja anak akan kurang memiliki rasa percaya diri, kurang dapat menjadi seorang pemimpin dan lebih menyerahkan tanggungjawab pada oranglain, tidak dapat mengambil sikap dan anak cenderung plinplan dan memiliki ketergantungan dengan kelompok yang tinggi.
Dalam pertumbuhan dan perkembangan anak sangat penting untuk diperhatikan sehingga orangtua dan pemerhati anak dapat menegtahui tahapan-tahapan perkembangan anak dan menempatkan pola asuh yang baik pada anak nantinya.
Sebagai orangtua cerdas sebaiknya kita menerapkan pola asuh yang cerdas pula, sehingga anak-anak kita dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.

Referensi:
Buku Panduan TUmbuh Kembang Anak, BKKBN, 2010

1 komentar:

  1. Dear Bunda,
    Tanggungjawab anak tidak hanya bunda saja tapi juga ayah kan.
    KArena itu paling enak kalo kita selaku oertu kompak dan mau shareee....
    Disinilah tempat nya..

    BalasHapus